Indikator Penilaian SNPTN 2021

Selama ini banyak yang menganggap kalo SNMPTN itu ya cuma bagus-bagusan nilai raport. Jadinya, banyak sekolah yang naikin nilai KKMnya atau “meninggi-ninggikan” nilai siswanya.

Banyak anak yang nilai Fisika atau Ekonominya 95 atau mendekati 100. Sementara di sisi lain, anak-anak dari sekolah tertentu yang cenderung disiplin pada sistem penilaian pada ngeluh karena dapet nilai 85 di sekolahnya saja susahnya minta ampun.

Padahal, SNMPTN ga sesederhana tinggi-tinggian nilai rapor.

Nah kalo bukan nilai rapor apa dong yang jadi penilaian SNMPTN?

Setiap sekolah mempunyai standar berbeda-beda mengenai nilai.

Ada yang standar nilainya rendah…ada yang standar nilainya tinggi.

Ada yang dulunya pelit ngasih nilai, tapi berhubung SNMPTN memakai nilai raport, maka nilai-nilainya pada diobral.

Berdasarkan hal tersebut, kalo PTN cuma melihat mentah-mentah nilai raport, tentu siswa yang lolos belum diseleksi secara fair.

Maka dari itu, selain nilai rapor dilihat juga faktor lain, yaitu: faktor sekolah.

Bisa dibilang, selain melihat nilai yang ada di raport, PTN juga akan melihat sekolah yang mengeluarkan rapornya.

Okay, kalo sekarang kita bicara soal penilaian SNMPTN, sebenernya dilakukan secara tertutup, jadi indikator penilaian tidak akan dipublikasikan secara rinci. Tapi ada juga beberapa PTN yang mempublikasikan kriteria penilaian mereka, itupun kriteria yang umum.

Secara umum PTN lain akan menggunakan cara yang kurang lebih sama dalam menilai berkas-berkas pendaftaran kalian, meskipun tiap PTN bakal punya kebijakan tersendiri.

Berikut ini beberapa hal yang menjadi kriteria penilaian SNMPTN